![]() |
| Anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi PDI Perjuangan, Rusli. (foto/ist) |
Permintaan tersebut disampaikan anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi PDI Perjuangan, Rusli, saat ditemui wartawan di ruang Komisi I DPRD Batu Bara, Senin (7/9/2026).
Rusli mengatakan, dirinya menerima banyak laporan dari warga kurang mampu yang mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk apa pun.
"Padahal warga tersebut benar-benar tidak mampu. Pekerjaannya serabutan sebagai buruh, kernet, tukang, bahkan terkadang menggalas," ujar Rusli.
Selain persoalan warga yang tidak menerima bansos, Rusli juga menyoroti perubahan desil sejumlah masyarakat dalam pendataan penerima bantuan. Menurut dia, ada warga yang mengeluhkan kenaikan desil meski tinggal di rumah kontrakan.
Anggota Komisi I DPRD Batu Bara itu juga mempertanyakan ketepatan sasaran penerima bansos. Ia menilai masih terdapat ketimpangan dalam proses penentuan penerima bantuan. "Masa ada warga yang memiliki kebun dan rumah permanen, namun terdaftar sebagai penerima bansos," katanya.
Rusli juga mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya penerima bansos yang memiliki kedekatan dengan pemerintah maupun aparat desa. Ia menyoroti adanya keluarga atau kerabat kepala desa yang disebut turut menerima bantuan sosial.
"Ini perlu menjadi perhatian dalam pendataan ulang agar penerima bansos benar-benar sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat," ujarnya.
Menurut Rusli, keluhan mengenai perubahan desil masyarakat semakin banyak terdengar setelah pelaksanaan sensus ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia pun mempertanyakan akurasi proses pendataan di lapangan. Rusli mengaku mendapat laporan bahwa petugas pendataan tidak selalu melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi warga.
Karena itu, ia berharap pendataan ulang yang saat ini sedang berlangsung dapat menghasilkan basis data penerima bansos yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Harapannya, pendataan ulang ini benar-benar menghasilkan data penerima bansos yang valid dan sesuai kondisi masyarakat di lapangan," pungkasnya.(zein)


