![]() |
Bupati Baharuddin Turun Langsung Pastikan Air Irigasi Petani Batu Bara Aman Jelang Musim Tanam. (foto/ist) |
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara Feriyanto Pawenrusi, anggota DPRD Sumatera Utara Ir. Yahdi Khoir, serta perwakilan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Dari hasil pengecekan di lapangan, aliran air di bendung tersebut tidak berjalan optimal akibat tingginya sedimentasi pasir. Kondisi itu berdampak pada terganggunya pasokan air irigasi ke sejumlah wilayah pertanian, di antaranya Desa Tanjung Muda, Tanah Merah, Brohol, dan kawasan Perkotaan.
Sebagai langkah cepat, BWS Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara menurunkan tiga unit alat berat untuk membuat penahan tanah sementara di sekitar bendung. Selain itu, dipasang geobox sebagai penahan air agar aliran kembali mengisi saluran irigasi menuju areal persawahan.
“Harapannya pekerjaan ini segera selesai karena petani di Perkotaan dan Brohol akan memasuki masa tanam padi dan sangat membutuhkan pasokan air,” ujar Baharuddin.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya darurat sekaligus bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga distribusi air tetap merata bagi petani.
Bendung Tanjung Muda sendiri memiliki peran vital sebagai sumber irigasi bagi lahan persawahan di tiga kecamatan, yakni Air Putih, Sei Suka, dan Medang Deras. Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Kabupaten Batu Bara. Turut hadir dalam peninjauan tersebut unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. (zein)


